PERINGATAN HARI GURU NASIONAL DI SMAN 15 PADANG

Pertama tentu saja kita mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa dan pengurus OSIS yang dikoordinir oleh Bidang Bela Negara Bapak Dendy Chandra, S.Sos yang telah berkorban moril dan materil dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional di sekolah tercinta ini.
Acara yang luar biasa ini diawali dengan melaksanakan upacara bendera yang semua pelaksananya adalah para guru. Sebagai pembawa acara mam Anita yang suaranya enak didengar, pemimpin upacara Bapak Hudzaifah, guru ekonomi kita yang dikenal pendiam ternyata bersuara lantang menyiapkan siswa, membuat barisan tertib seketika, penggerek bendera Ibuk Zulhelmadewi, Ibuk Kusmariyati dan Ibuk Putri yang berjalan tegak membuat siswa barisan belakang memanjat ingin melihat gurunya menggerek bendera. Pembacaan pembukaan UUD 1945 Ibuk Linda Sastrawati, pembacaan Visi Misi Sekolah Ibuk Desi Yulimar, pembacaan janji Korpri oleh Ibuk Rahamatul Husna. Ternyata ibuk- ibuk ini bisa juga bersuara keras. ….. hehe. Danton Ibuk Zarma Yunita, Ibuk Hamidah dan Ibuk Musdalifah … wow … dan pembacaan doa oleh guru agama kita yang terkenal kocak Bapak Jasmara ,… sekali lagi jempol untuk pak Dendy.
Berbeda dengan upacara biasanya, pada upacara kali ini naiknya sang saka merah putih selain diiringi korsik SMA N 15, lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh guru dan pegawai yang dipimpin oleh guru seni kita Ibuk Roza Linda, membuat suasana tambah khidmat. Kita para guru jadi mengingat guru kita semasa kita jadi anak sekolah , karena semasa sekolah dulu lagu kebangsaan dinyanyikan bersama. (sedihjuga.mengenangtingkahlakutempodulu.co.id).
Sebagai Pembina upacara Ibuk Kepala Sekolah kita Retno Sri Wahyuningsih. Di sini Pembina membacakan surat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk guru Indonesia. Dalam surat tersebut pak Menteri menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas semua pengabdian guru. Kunci kemajuan bangsa terletak pada kualitas manusianya. Guru berada di garda terdepan. Tiap langkah dan karya guru adalah ikhtiar untuk mencerdaskan bangsa. Orangtua merupakan pendidik pertama dan utama untuk anak-anaknya dan mereka mempercayakan guru ikut mendidik anak-anak mereka.
Ki Hadjar Dewantara menyebut tempat belajar sebagai taman. Dengan demikian pendidikan harus menjadi proses yang menyenangkan walau penuh tantangan. Pendidikan tidak boleh terasa sebagai penderitan.
Selanjutnya pak Menteri menyampaikan agar guru terus belajar dan mengembangkan diri. Guru selalu hadir sebagai pendidik dan pemimpin bagi anak didiknya. Guru hadir mengirimkan pesan harapan. Guru menjadi contoh tentang ketangguhan,optomisme dan keceriaan. Dengan rendah hati atas nama pemerintah, pak Menteri menyampaikan rasa hormat dan terima kasih sedalamnya.
Setelah upacara bendera penuh khidmat, ceremonial peringatan hari guru diisi oleh utusan siswa masing-masing kelas membuat suasana berlangsung ceria. Disini kita dapat melihat potensi siswa kita dalam bidang kesenian dan bela diri. Acara yang berlangsung selama dua jam dikemas apik oleh OSIS dibawah bimbingan pak Dendy ini diakhiri dengan pemberian bunga dan kue oleh siswa untuk para guru serta pelepasan balon ke udara. Sekali lagi terima kasih untuk semua siswa, mudah-mudahan momentum hari guru ini dapat meningkatkan kinerja kita semua. (Humas SMAN 15).
SELAMAT HARI GURU SEMOGA KITA SELALU SUKSES